breadcrumb
breadcrumb
menu
Menu Cepat
Artikel Kampus
Informasi & berita terbaru
Mahasiswa UNAS Belajar Konservasi Orang Utan hingga Taman Nasional Komodo
Tren Pekerjaan untuk Lulusan Manajemen: AI Bisnis dan Pengambilan Keputusan Berbasis Data
Tren Pekerjaan Lulusan S2 Manajemen: Kepemimpinan, Transformasi, & Strategi Bisnis
Mahasiswa UNAS Belajar Konservasi Orang Utan hingga Taman Nasional Komodo
Mahasiswa UNAS belajar konservasi bersama Rutgers University melalui penelitian orangutan, pengabdian masyarakat, hingga eksplorasi Taman Nasional Komodo.
Mahasiswa UNAS belajar konservasi melalui International Short Course and Symposium 2026 bersama Rutgers, The State University of New Jersey, Amerika Serikat. Program ini membawa mahasiswa mempelajari primata, ekologi, dan keanekaragaman hayati Indonesia melalui kegiatan kelas, penelitian lapangan, pengabdian kepada masyarakat, hingga simposium internasional.
Tidak hanya belajar teori, mahasiswa Universitas Nasional (UNAS) juga turun langsung ke Stasiun Penelitian Orang Utan Tuanan di Kalimantan Tengah untuk mengamati perilaku orangutan, mengenali sarang, hingga mempelajari kondisi habitat. Setelah itu, pembelajaran berlanjut ke Flores dan Taman Nasional Komodo untuk melihat hubungan antara konservasi, lingkungan, dan kehidupan masyarakat lokal.
Mahasiswa UNAS Belajar Konservasi Bersama Rutgers University
Program International Short Course and Symposium 2026 diselenggarakan oleh Program Studi Sarjana dan Magister Biologi Fakultas Biologi dan Pertanian (FBP) UNAS bersama Rutgers University. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, lembaga konservasi, pemerintah, dan masyarakat dalam pembelajaran tentang primata, ekologi, serta konservasi di Indonesia.
Program yang telah memasuki penyelenggaraan keenam sejak 2014 ini tidak hanya menggunakan kelas sebagai tempat belajar. Mahasiswa juga mengikuti penelitian lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat sehingga mereka dapat melihat langsung bagaimana ilmu biologi digunakan untuk memahami persoalan lingkungan.
Penelitian Orang Utan Jadi Bagian dari Pembelajaran Lapangan
Salah satu kegiatan utama berlangsung di Stasiun Penelitian Orangutan Tuanan, Kalimantan Tengah. Di sana, mahasiswa belajar melakukan penelitian terhadap orang utan dan kondisi hutan yang menjadi habitatnya.
Beberapa kegiatan yang dilakukan mahasiswa meliputi:
- mengamati perilaku orangutan;
- melakukan sensus primata;
- mengidentifikasi sarang orangutan;
- mengukur vegetasi hutan;
- mengamati fenologi tumbuhan; dan
- mempelajari kondisi habitat.
Mahasiswa juga dapat memahami bahwa penelitian konservasi membutuhkan pengamatan yang teratur agar kondisi satwa dan habitatnya dapat dipelajari berdasarkan data.
Mahasiswa Belajar Hubungan Manusia dan Lingkungan
Konservasi dalam program ini tidak hanya membahas satwa. Mahasiswa juga mengenal human ecology, yaitu kajian mengenai hubungan manusia dengan lingkungan tempat mereka hidup.
Pembelajaran tersebut dilakukan melalui interaksi dengan masyarakat Desa Tumbang Mangkutup, Kalimantan Tengah. Mahasiswa melihat bagaimana masyarakat lokal berhubungan dengan kawasan hutan dan sumber daya alam di sekitarnya.
Pendekatan ini membantu mahasiswa memahami bahwa menjaga lingkungan tidak hanya berkaitan dengan perlindungan satwa. Kehidupan dan kebutuhan masyarakat yang berada di sekitar kawasan konservasi juga perlu diperhatikan.
Pengabdian kepada Masyarakat Jadi Bagian Kegiatan
Mahasiswa juga mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui penyerahan lampu tenaga surya untuk membantu penerangan jalan di Dusun Tuanan.
Bagi mahasiswa, pengalaman ini menunjukkan bahwa kegiatan akademik dapat berjalan bersama kegiatan sosial. Mereka belajar berinteraksi dengan masyarakat sekaligus memahami kebutuhan lingkungan sekitar lokasi penelitian.
Belajar Konservasi di Taman Nasional Komodo
Setelah kegiatan di Kalimantan Tengah, peserta melanjutkan pembelajaran ke Flores, Nusa Tenggara Timur. Di wilayah ini, mahasiswa mempelajari hubungan antara keanekaragaman hayati, bentang alam, budaya, dan pengelolaan sumber daya alam oleh masyarakat.
Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain:
- Taman Nasional Komodo;
- Pulau Padar; dan
- Desa Messah yang mengembangkan program transplantasi terumbu karang berbasis masyarakat.
Dari perjalanan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran bahwa setiap wilayah memiliki persoalan dan cara pengelolaan lingkungan yang berbeda. Konservasi juga berkaitan dengan masyarakat dan budaya yang berkembang di sekitar kawasan alam.
Simposium Internasional Jadi Ruang Berbagi Hasil Riset
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan International Symposium bertajuk Global Partnership in Biodiversity and Behavioral Ecology: Lessons from Tuanan Orangutan Research Station and the Heritage of Flores.
Forum ini menjadi tempat mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi konservasi, dan mitra internasional berbagi hasil penelitian serta pengalaman selama mengikuti program.
Beberapa topik yang dibahas meliputi:
- primatologi;
- biodiversitas;
- ekologi perilaku;
- konservasi berbasis masyarakat; dan
- hubungan warisan alam dengan budaya.
Bagi mahasiswa, forum seperti ini memberikan pengalaman menyampaikan hasil pembelajaran di hadapan peserta dari berbagai latar belakang pendidikan.
Kesimpulan
Mahasiswa UNAS belajar konservasi tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga penelitian orangutan di Kalimantan Tengah, interaksi dengan masyarakat, pengabdian kepada masyarakat, hingga eksplorasi konservasi di Flores dan Taman Nasional Komodo.
Jika kamu ingin mencari kampus dengan kesempatan belajar yang lebih luas, termasuk program internasional dan pengalaman akademik di luar kelas, Universitas Nasional (UNAS) bisa menjadi salah satu pilihan. Cari informasi program studi, pilihan perkuliahan, dan kesempatan pendidikan lainnya melalui website universitasnasional.id dan ikuti Instagram, TikTok, LinkedIn, atau bergabung di Channel WhatsApp Komunitas Kuliah agar tidak ketinggalan informasi terbaru.
Artikel ini merupakan hasil saduran dan pengembangan dari informasi resmi Universitas Nasional (UNAS). Informasi disusun kembali dengan bahasa yang lebih sederhana tanpa mengubah substansi utama kegiatan.
Hubungi layanan kami
Pusat Bantuan Kampus
Kampus UNAS • Jl. Sawo Manila No.61, RT.14/RW.7, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Tagged (Tags) :
© 2026 Universitas Nasional. All rights reserved.
UNAS