Program Perkuliahan Karyawan
UNIVERSITAS NASIONAL

UNIVERSITAS NASIONAL

UNAS
Kampus

FTKI UNAS Bahas Teknologi Antariksa dari Material Satelit Hingga SAR

FTKI UNAS membahas teknologi antariksa, mulai dari material satelit, Synthetic Aperture Radar (SAR), Atomic Oxygen, hingga tribologi bersama akademisi Teikyo Un

FTKI UNAS Bahas Teknologi Antariksa dari Material Satelit Hingga SAR

Teknologi antariksa terus berkembang dan membutuhkan berbagai bidang ilmu untuk mendukung keberhasilan sebuah misi. Tidak hanya perangkat lunak dan sistem komputer, pengembangan satelit juga membutuhkan teknologi material yang mampu bertahan di lingkungan luar angkasa, teknologi pengamatan bumi, hingga sistem yang mendukung mekanisme satelit.

Pembahasan mengenai teknologi tersebut hadir dalam kegiatan Visiting Lecturer Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika (FTKI) Universitas Nasional (UNAS) pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ayaka Takahashi, Ph.D., dosen Department of Aerospace Engineering, Teikyo University, Jepang, yang membawakan materi “Material Technology for Space Use”.

Teknologi Antariksa Membutuhkan Material Khusus

Teknologi antariksa tidak hanya berkaitan dengan roket, satelit, atau perangkat lunak yang digunakan untuk menjalankan sebuah misi. Setiap komponen harus dirancang agar mampu bekerja dalam kondisi yang berbeda jauh dari lingkungan di bumi.

Salah satu bagian pentingnya adalah teknologi material. Material yang digunakan pada satelit harus mampu menghadapi tekanan udara yang sangat rendah, perubahan suhu, radiasi kosmik, Atomic Oxygen, hingga getaran selama peluncuran.

Karena itu, penelitian mengenai material menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi antariksa. Material yang tepat membantu menjaga agar komponen satelit tetap dapat menjalankan fungsinya selama berada di orbit.

Baca juga : Mahasiswa FEB UNAS Perdalam Strategi Investasi Lewat Training Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global

Mengapa Material Satelit Harus Tahan Kondisi Ekstrem?

Satelit beroperasi dalam lingkungan yang memiliki tantangan berbeda dengan kondisi di permukaan bumi. Salah satunya adalah kondisi hampir vakum karena tekanan udara semakin rendah ketika semakin jauh dari permukaan bumi.

Perubahan suhu yang ekstrem juga dapat memengaruhi sifat material. Selain itu, radiasi kosmik dan getaran saat peluncuran dapat mempercepat kerusakan material apabila tidak dirancang untuk kebutuhan antariksa.

Karena itu, teknologi material untuk penggunaan di luar angkasa perlu mempertimbangkan berbagai kondisi tersebut sejak tahap perancangan hingga satelit menjalankan misinya.

Apa Itu Synthetic Aperture Radar (SAR)?

Synthetic Aperture Radar (SAR) merupakan teknologi radar yang dapat digunakan untuk mengamati permukaan bumi dari jarak jauh. Teknologi ini memiliki keunggulan karena dapat digunakan pada siang maupun malam hari.

SAR juga tetap dapat melakukan pengamatan ketika kondisi permukaan bumi tertutup awan. Hal tersebut membuat teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pengamatan bumi.

Dalam paparannya, Ayaka Takahashi menjelaskan bahwa SAR dapat digunakan untuk pemantauan kawasan hutan, sektor pertanian, mitigasi bencana, hingga mengamati perubahan permukaan bumi.

Perbedaan X-Band, C-Band, dan L-Band pada SAR

SAR menggunakan panjang gelombang yang memiliki karakteristik berbeda. Perbedaan tersebut memengaruhi bagian objek atau vegetasi yang dapat diamati.

X-Band

X-band digunakan untuk mengamati bagian permukaan daun. Karakteristiknya membuat teknologi ini dapat memberikan informasi mengenai bagian atas vegetasi.

C-Band

C-band memiliki kemampuan penetrasi yang lebih dalam dibandingkan X-band. Teknologi ini dapat digunakan untuk mengamati hingga bagian cabang pohon.

L-Band

L-band dapat menjangkau bagian yang lebih dalam, termasuk batang pohon hingga permukaan tanah. Karena itu, data yang dihasilkan dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai kondisi vegetasi.

Apa Dampak Atomic Oxygen bagi Satelit?

Atomic Oxygen menjadi salah satu tantangan bagi material yang digunakan pada satelit, terutama yang beroperasi di orbit rendah bumi atau Low Earth Orbit (LEO). Paparan atom oksigen tersebut dapat mengikis permukaan material, menyebabkan korosi, dan merusak lapisan pelindung satelit. Karena itu, material yang digunakan perlu dirancang agar mampu menghadapi paparan Atomic Oxygen selama berada di orbit.

Dalam kegiatan Visiting Lecturer FTKI UNAS, Ayaka juga menjelaskan bahwa kondisi tersebut pernah menjadi perhatian pada objek antariksa seperti Hubble Space Telescope dan International Space Station (ISS).

Apa Peran Tribologi dalam Teknologi Antariksa?

Tribologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari gesekan, keausan, dan pelumasan. Dalam teknologi antariksa, tribologi berperan dalam menjaga berbagai mekanisme agar tetap dapat bekerja dengan baik. Kondisi vakum menjadi salah satu tantangan karena sistem pelumasan yang digunakan di bumi tidak selalu dapat diterapkan dengan cara yang sama di luar angkasa.

Karena itu, penelitian tribologi dibutuhkan untuk memahami bagaimana material dan mekanisme dapat bekerja dalam kondisi antariksa, termasuk ketika terjadi gesekan dan keausan.

Visiting Lecturer FTKI UNAS Hadirkan Akademisi Teikyo University

Pembahasan teknologi antariksa tersebut disampaikan dalam kegiatan Visiting Lecturer FTKI UNAS pada 4 Agustus 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ayaka Takahashi, Ph.D., dosen Department of Aerospace Engineering, Teikyo University, Jepang.

Kegiatan mengangkat tema “The Role of Computer Science in Aerospace Innovation: AI, Data, and Autonomous Technology”. Sementara materi yang disampaikan Ayaka berfokus pada “Material Technology for Space Use”.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan FTKI UNAS, Ir. Endah Tri Esthi Handayani, M.M.S.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Visiting Lecturer menjadi bagian dari upaya FTKI UNAS memperluas wawasan mahasiswa melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan perspektif mengenai perkembangan teknologi dirgantara sekaligus melihat hubungan antara ilmu komputer, data, teknologi material, dan kebutuhan pengembangan teknologi antariksa.

Kesimpulan

Teknologi antariksa membutuhkan berbagai bidang ilmu yang saling mendukung. Material satelit, teknologi SAR, perlindungan dari Atomic Oxygen, dan tribologi menjadi beberapa aspek penting yang dibahas dalam Visiting Lecturer FTKI UNAS bersama akademisi Teikyo University. Kegiatan seperti ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal perkembangan teknologi dan penelitian dari perspektif akademisi internasional.

Tertarik mendalami dunia teknologi dan melanjutkan kuliah? Daftar di Universitas Nasional (UNAS) melalui Komunitas Kuliah untuk mencari tahu informasi mengenai program studi, biaya kuliah, jadwal perkuliahan, proses pendaftaran, dan beasiswa. Kunjungi website universitasnasional.id dan ikuti juga InstagramTikTokLinkedIn, atau bergabung di Channel WhatsApp Komunitas Kuliah agar tidak ketinggalan informasi terbaru seputar kuliah, beasiswa, dan pengembangan karier.

Daftar Referensi

Universitas Nasional (UNAS). “Visiting Lecturer FTKI UNAS Hadirkan Akademisi Teikyo University Bahas Teknologi Material untuk Inovasi Antariksa.” 6 Agustus  2026. Baca sumber resmi UNAS

Daftar di UNAS Sekarang!