Program Perkuliahan Karyawan
UNIVERSITAS NASIONAL

UNIVERSITAS NASIONAL

UNAS
Kampus

Penelitian UNAS Tembus Jurnal Internasional Q1, Temukan Fakta Penting tentang Akses Informasi Kesehatan Disabilitas dan Lansia

Penelitian UNAS berhasil terbit di jurnal internasional Q1 dan mengungkap kesenjangan akses informasi kesehatan bagi penyandang disabilitas dan lansia. Simak temuan lengkapnya di sini.

Penelitian UNAS Tembus Jurnal Internasional Q1, Temukan Fakta Penting tentang Akses Informasi Kesehatan Disabilitas dan Lansia

Universitas Nasional (UNAS) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui kontribusi riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui Pusat Pengajian Islam (PPI) UNAS, para peneliti berhasil berpartisipasi dalam publikasi ilmiah bereputasi internasional kategori Q1 yang mengangkat isu penting mengenai kesenjangan akses informasi kesehatan bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia).

Publikasi tersebut menjadi bukti bahwa penelitian yang dilakukan sivitas akademika UNAS tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyusunan kebijakan publik yang lebih inklusif dan berbasis data.

Kolaborasi Riset Internasional

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi Q1 tersebut berjudul Assessing Reach and Perceptions of Hygiene Behaviour Change Interventions for People with Disabilities and Older Adults: Multi-country Matched Cross-sectional Study.

Riset ini merupakan hasil kolaborasi berbagai institusi internasional, di antaranya International Centre for Diarrhoeal Disease Research, Bangladesh (icddr,b), Pemerintah Inggris, London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM), PENDA, serta PPI UNAS yang tergabung dalam konsorsium global Hygiene Behaviour Change Coalition (HBCC).

Penelitian dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2022 di Jakarta Utara dan Kabupaten Bandung Barat. Selain Indonesia, studi serupa juga dilakukan di Bangladesh, Kenya, dan Zambia sebagai bagian dari penelitian lintas negara mengenai efektivitas program perubahan perilaku hidup bersih selama pandemi Covid-19.

Menyoroti Kelompok Rentan dalam Krisis Kesehatan

Fokus utama penelitian ini adalah mengevaluasi sejauh mana program edukasi kesehatan dan distribusi bantuan kebersihan dapat menjangkau kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas dan lansia.

Dekan Fakultas Biologi dan Pertanian UNAS sekaligus Kepala PPI UNAS, Dr. Fachruddin M. Mangunjaya, M.Si., menjelaskan bahwa penelitian tersebut dilakukan untuk menghasilkan dasar ilmiah yang dapat mendukung lahirnya kebijakan kesehatan publik yang lebih inklusif.

Menurutnya, akses terhadap informasi kesehatan menjadi faktor yang sangat penting, terutama saat terjadi krisis kesehatan seperti pandemi Covid-19. Namun, kelompok penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan dalam memperoleh informasi yang mudah dipahami dan dapat diakses.

Temuan Penting Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup signifikan dalam penyampaian informasi kesehatan kepada kelompok disabilitas. Secara global, penyandang disabilitas memiliki peluang 64% lebih rendah untuk menerima pesan perubahan perilaku kesehatan dibandingkan kelompok non-disabilitas. Sementara itu, di Indonesia kesenjangan tersebut tercatat mencapai 59 persen.

Temuan ini mengindikasikan bahwa kampanye kesehatan publik yang dilakukan secara luas belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.

Menariknya, penelitian juga menemukan bahwa distribusi bantuan berupa masker, sabun, dan hand sanitizer relatif diterima secara merata oleh berbagai kelompok masyarakat. Dengan kata lain, tantangan terbesar bukan terletak pada distribusi bantuan fisik, melainkan pada penyampaian informasi dan edukasi kesehatan yang inklusif.

Mendorong Kebijakan Berbasis Bukti

Sebagai tindak lanjut dari penelitian tersebut, tim peneliti menyusun policy brief atau kertas kebijakan yang kemudian disampaikan kepada berbagai pemangku kepentingan nasional.

Hasil penelitian tersebut didiseminasikan kepada berbagai institusi, termasuk perwakilan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, organisasi penyandang disabilitas, lembaga masyarakat sipil, hingga mitra internasional.

Langkah ini dilakukan agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai publikasi akademik semata, tetapi juga dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan.

Bukti Kualitas Riset dan Jejaring Global UNAS

Menurut Fachruddin, capaian publikasi pada jurnal bereputasi internasional kategori Q1 menjadi bukti bahwa riset yang dilakukan dosen dan peneliti UNAS mampu memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Ia menegaskan bahwa peran dosen tidak hanya melakukan penelitian, tetapi juga membangun kolaborasi internasional, mengembangkan peta jalan riset yang berkelanjutan, serta mendiseminasikan hasil penelitian agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

UNAS sendiri terus mendorong peningkatan kualitas penelitian melalui berbagai kerja sama dengan institusi nasional maupun internasional. Dalam pelaksanaannya, PPI UNAS berfungsi sebagai laboratorium sosial yang mendukung kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga kolaborasi global bagi dosen dan mahasiswa.

Selain PPI UNAS, berbagai pusat studi lainnya di lingkungan UNAS juga aktif mengembangkan penelitian yang berorientasi pada solusi atas beragam persoalan kesehatan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Komitmen Menghasilkan Riset yang Berdampak

Keberhasilan publikasi pada jurnal internasional Q1 ini semakin memperkuat posisi UNAS sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen menghasilkan penelitian berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui berbagai kolaborasi dan inovasi penelitian, UNAS tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi berbasis sains yang dapat mendukung terwujudnya kebijakan publik yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Akses Pendidikan Fleksibel untuk Mendukung Generasi Pembelajar

Selain aktif menghasilkan penelitian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, UNAS juga berkomitmen memperluas akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan fleksibel. Melalui kerja sama dengan eduNitas, UNAS membuka kesempatan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan aktivitas utama mereka.

Calon mahasiswa dapat memilih berbagai skema perkuliahan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman, mulai dari Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Hybrid Learning, Blended Learning, hingga jadwal kuliah yang dirancang untuk mendukung mahasiswa yang bekerja. Selain itu, tersedia pula jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan pengalaman kerja, pelatihan, maupun sertifikasi tertentu diakui sebagai bagian dari capaian pembelajaran sehingga masa studi dapat menjadi lebih efisien.

Melalui kolaborasi tersebut, UNAS dan eduNitas berupaya menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berkualitas dari sisi akademik dan penelitian, tetapi juga mudah diakses oleh masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi, karier, maupun jenjang pendidikan secara lebih fleksibel.

Kesimpulan

Keberhasilan penelitian UNAS menembus jurnal internasional bereputasi Q1 menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai penghasil solusi berbasis riset untuk menjawab berbagai tantangan masyarakat. Temuan mengenai kesenjangan akses informasi kesehatan bagi penyandang disabilitas dan lansia menjadi bukti bahwa penelitian yang dilakukan sivitas akademika UNAS mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan publik yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Tertarik melanjutkan kuliah di UNAS? Melalui kerja sama dengan eduNitas, kamu dapat mendaftar kuliah secara online dan memilih sistem perkuliahan yang fleksibel, sehingga lebih mudah dijalani sambil bekerja maupun menjalankan aktivitas lainnya. Temukan program studi yang sesuai dengan minat dan tujuan kariermu, lalu mulai langkahmu menuju masa depan yang lebih baik bersama UNAS.

Ikuti juga Instagram, TikTok, LinkedIn, Website eduNitas, atau gabung di Channel WhatsApp untuk mendapatkan informasi terbaru seputar pendidikan, beasiswa, serta pengembangan diri.