Program Perkuliahan Karyawan
UNIVERSITAS NASIONAL

UNIVERSITAS NASIONAL

UNAS
Jurusan

Cara Mengenali Minat sebelum Memilih S2 Teknologi Informasi

Kenali minat S2 Teknologi Informasi lewat pengalaman kerja, bacaan riset, refleksi persoalan TI, serta eksplorasi tata kelola dan analisis teknologi.

Cara Mengenali Minat sebelum Memilih S2 Teknologi Informasi

Minat melanjutkan S2 Teknologi Informasi tidak selalu muncul karena seseorang sudah memiliki topik penelitian yang matang.

Kadang ketertarikan justru terlihat dari pekerjaan sehari-hari: menangani kebutuhan teknologi, melihat masalah pada sistem, memikirkan perbaikan proses, atau bertanya bagaimana teknologi dapat dikelola secara lebih efektif.

Jika pertanyaan seperti itu terus muncul, jangan langsung menyimpulkan bahwa S2 Teknologi Informasi pasti menjadi pilihan yang tepat. Catat persoalan yang membuat penasaran, coba membaca kajian yang relevan, lalu lihat apakah Anda ingin memahaminya secara lebih sistematis.

 

Saat Menangani Kebutuhan Teknologi, Apa yang Ingin Anda Pahami Lebih Jauh?

Pekerja operasional TI dapat terbiasa menangani perangkat, sistem, pengguna, data, akses, atau kebutuhan teknis lain di tempat kerja.

Namun, menyelesaikan masalah teknis sering memunculkan pertanyaan yang lebih luas.

Mengapa masalah yang sama terus berulang? Bagaimana sistem sebaiknya dikelola? Apa dampak keputusan teknologi terhadap pengguna dan organisasi? Bagaimana risiko keamanan atau data dapat dikendalikan?

Pertanyaan yang terus muncul dapat menjadi petunjuk bahwa ketertarikan Anda mulai bergerak dari sekadar penyelesaian masalah teknis menuju pengelolaan teknologi yang lebih strategis.

 

Bagaimana Rutinitas Operasional TI Membantu Mengenali Minat?

Coba catat tiga jenis aktivitas yang pernah Anda lakukan.

Pertama, aktivitas yang membuat Anda terus penasaran. Kedua, aktivitas yang terutama dijalankan karena tuntutan pekerjaan. Ketiga, persoalan yang masih ingin Anda pahami meskipun tugasnya sudah selesai.

Misalnya, Anda mungkin tertarik memahami mengapa implementasi sistem tertentu tidak berjalan optimal, tetapi kurang tertarik pada bagian administratifnya.

Pisahkan juga antara minat, kemampuan saat ini, kebutuhan kualifikasi, dan hambatan waktu.

Pada jenjang magister, pertanyaannya bukan hanya “apakah saya suka teknologi?”, tetapi juga “persoalan teknologi apa yang ingin saya pahami lebih dalam dan apakah saya tertarik menganalisisnya dengan pendekatan yang lebih terstruktur?”

 

Coba Aktivitas Sederhana untuk Menjelajahi Analisis Teknologi

Pilih satu persoalan teknologi yang dekat dengan pengalaman kerja Anda.

Cari satu atau dua abstrak penelitian yang relevan dengan latar pendidikan atau bidang pekerjaan Anda. Baca tujuan, pendekatan, dan temuan utamanya.

Setelah itu, rumuskan satu pertanyaan.

Misalnya, mengapa suatu sistem sulit diadopsi? Bagaimana tata kelola dapat diperbaiki? Bagaimana organisasi dapat mengurangi risiko keamanan? Bagaimana pemanfaatan data dapat dibuat lebih efektif?

Perhatikan apakah membaca kajian tersebut membuat Anda ingin mencari penjelasan lebih lanjut.

Latihan ini bukan tes akademik. Tujuannya adalah melihat apakah Anda menikmati proses menghubungkan pengalaman praktis dengan pertanyaan analitis.

 

Cocokkan Rasa Ingin Tahu dengan yang Dipelajari di S2 Magister Teknologi Informasi

S2 Magister Teknologi Informasi memperdalam strategi digital, data, keamanan, dan pengelolaan sistem.

Rasa ingin tahu dari pengalaman kerja dapat dipetakan ke bidang seperti analisis teknologi, tata kelola TI, pengelolaan data, keamanan, dan penelitian terapan.

Misalnya, ketertarikan pada masalah implementasi sistem dapat berkembang menuju tata kelola TI. Rasa penasaran terhadap keamanan atau data dapat mengarah pada pendalaman bidang yang lebih spesifik.

Untuk melihat gambaran program secara lebih jelas, Anda dapat membaca halaman S2 Magister Teknologi Informasi UNAS.

Baca juga: Pelajari S2 Magister Teknologi Informasi UNAS

 

Dari Minat Belajar menuju Analisis TI Tingkat Magister

Pengalaman kerja dapat menjadi sumber pertanyaan yang relevan untuk diperdalam pada jenjang magister.

Namun, pengalaman tersebut perlu dihubungkan dengan teori, metode penelitian, data, dan kajian ilmiah agar analisisnya menjadi lebih terstruktur.

Mulailah dari satu persoalan TI yang benar-benar membuat Anda penasaran.

Cari beberapa bacaan, bandingkan cara masalah tersebut dijelaskan, lalu catat bagian yang belum Anda pahami.

Jika ada bagian yang terasa sulit, gunakan itu untuk mengenali bekal yang perlu diperkuat, seperti logika, komputer dasar, spreadsheet, pemrograman awal, atau metode penelitian.

Proses tersebut dapat membantu Anda melihat apakah S2 Teknologi Informasi benar-benar menjadi bidang yang ingin dipelajari lebih serius.

 

Kenali S2 Magister Teknologi Informasi RPL di UNAS

UNAS menyediakan S2 Magister Teknologi Informasi melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan metode Hybrid Learning.

Jadwal yang tercantum adalah Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis pukul 18.30–21.00.

Pola kelas malam dapat dipertimbangkan oleh pekerja yang beraktivitas pada siang hari. Empat malam perkuliahan dalam satu minggu tetap membutuhkan pengaturan waktu untuk pekerjaan, tugas, membaca, penelitian, dan istirahat.

Bagi profesional yang memiliki pengalaman relevan di bidang teknologi informasi, pengalaman tersebut dapat dipetakan untuk dibahas dalam proses RPL.

Namun, pengalaman kerja tidak otomatis dikonversi menjadi sejumlah SKS tertentu. Pengakuan pembelajaran, jumlah SKS yang dapat direkognisi, serta dampaknya terhadap masa studi baru dapat diketahui setelah asesmen resmi sesuai ketentuan kampus.

Informasi kampus dapat ditelusuri melalui kanal UNAS, sedangkan rincian program tersedia pada halaman S2 Magister Teknologi Informasi UNAS.

 

Langkah berikutnya cukup sederhana: pilih satu persoalan teknologi yang paling dekat dengan pengalaman kerja Anda, baca satu atau dua kajian terkait, lalu rumuskan pertanyaan yang masih ingin dipahami.

Jika ingin mengeksplorasi jalur RPL, siapkan gambaran pendidikan terdahulu dan pengalaman relevan untuk dibahas dengan PMB. Jika menggunakan dokumen pekerjaan sebagai contoh bukti, samarkan data perusahaan, klien, pengguna, sistem internal, atau informasi sensitif lainnya.